PUASA DAN MANFAATNYA BAGI KESEHATAN TUBUH MANUSIA

24
Mar 2024
Kategori : ramadhan
Penulis : admin
Dilihat :1083x
Ilustration by AI

Oleh dr. Rhivaldy Faahim Kamalulloh

Umat Islam di seluruh dunia saat ini menjalankan puasa sebagai ibadah di bulan Ramadhan. Puasa merupakan salah satu rukun Islam, yang artinya wajib dilaksanakan oleh semua muslim yang mampu. Puasa juga merupakan salah satu ibadah yang seringkali disebutkan memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan.

Selain sebagai ritual ibadah dalam rangka penghambaan kepada Allah subḥānahu wa ta’āla, ternyata puasa memiliki berbagai benefit dan dampak positif bagi tubuh manusia. Sudah banyak studi yang menunjukkan bahwa puasa memiliki peran penting dalam pencegahan berbagai penyakit degeneratif, mencegah peradangan, hingga mengurangi progresivitas kanker. Berikut beberapa benefit puasa bagi tubuh manusia.

Pertama, puasa bisa mengaktifkan proses autofagi. Mekanisme autofagi berhasil dijelaskan pertama kali oleh Yoshinori Ohsumi (l. 1945 M), seorang ilmuwan biologi dari Jepang yang mendapat penghargaan Nobel atas penemuannya tersebut. Autofagi merupakan proses alami untuk mendegradasi komponen sel yang sudah tidak berguna atau tidak berfungsi, lalu didaur ulang untuk fungsi sel-sel lainnya. Autofagi menjadi penting bagi kelangsungan hidup suatu sel dalam menjaga keseimbangan seluruh proses metabolisme tubuh manusia. Autofagi juga memiliki korelasi dalam mencegah proses berbagai macam penyakit degeneratif seperti diabetes, Parkinson, Alzheimer, kanker, dan lainnya.

Kedua, puasa dapat mencegah diabetes. Salah satu penyakit yang memiliki jumlah kasus yang cukup tinggi di Indonesia adalah diabetes atau sebagian orang menyebutnya dengan ‘kencing manis’. Dalam studi yang dilakukan pada tahun 2023, dijelaskan bahwa puasa dapat mengurangi risiko terkena diabetes dengan cara mengurangi resistensi insulin[1] . Dengan mengurangi resistensi insulin dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Hal ini memungkinkan kadar gula di dalam darah bisa masuk ke dalam sel dengan lebih efisien. Dengan demikian, berpuasa dapat menjadi solusi bagi orang yang ingin terhindar dari penyakit diabetes, terlebih bagi orang-orang yang memiliki faktor risiko genetik.

Ketiga, puasa dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Di Indonesia, angka kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) mencapai 600 ribu pada tahun 2019. Risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dapat dikurangi dengan berpuasa. Salah satu studi systematic review yang dilakukan menunjukkan bahwa puasa secara signifikan dapat mengurangi total kolesterol dan beberapa faktor risiko jantung koroner bagi seseorang dengan overweight (kelebihan berat badan) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dalam studi systematic review lainnya, berpuasa dapat mengurangi tekanan darah, trigliserida (salah satu jenis lemak dalam darah), LDL (lemak jahat), dan kolesterol total. Kolesterol sendiri diketahui merupakan underlying cause (penyebab dasar) dalam proses penyumbatan pembuluh darah otak dan jantung.

Keempat, puasa dapat meningkatkan growth hormone. Growth hormone atau hormon pertumbuhan memiliki peran penting bagi tubuh manusia, khususnya dalam proses metabolisme, pertumbuhan, mengurangi berat badan, serta membentuk tulang dan otot. Beberapa studi menyatakan bahwa berpuasa dapat meningkatkan kadar hormon pertumbuhan di dalam darah.

Kelima, mengurangi proses peradangan kronis. Reaksi peradangan akut atau biasa disebut inflamasi akut merupakan proses alami tubuh dalam melawan infeksi. Namun, proses inflamasi kronis seringkali dikaitkan dengan penyakit-penyakit kronis yang dapat mengurangi kualitas kesehatan. Inflamasi juga berkaitan erat dengan penyakit-penyakit kronis seperti jantung koroner, kanker, dan rheumatoid arthritis. Berpuasa dikatakan dapat mengurangi reaksi inflamasi. Hal tersebut dibuktikan dalam salah satu studi systematic review yang menunjukkan kadar C-Reactive Protein (CRP)—yang merupakan salah satu penanda inflamasi—berkurang secara signifikan saat berpuasa.

Keenam, puasa dapat meningkatkan fungsi otak dan mencegah penyakit neurodegeneratif. Otak merupakan organ yang sangat vital bagi manusia, karena otak merupakan organ yang mengatur berbagai fungsi tubuh dan organ lainnya. Dalam beberapa studi menunjukan bahwa puasa dapat melindungi kesehatan otak dan meningkatkan pembentukan sel-sel saraf untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif manusia. Selain itu, berpuasa juga dapat memberikan hasil yang baik bagi penderita penyakit Alzheimer dan Parkinson—penyakit degeneratif pada otak—ketika menjalani terapi.

Itulah di antara manfaat puasa bagi kesehatan tubuh manusia. Sebagai muslim, tentu kita berpuasa sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah subḥānahu wa ta’āla. Niat kita dalam menjalani puasa haruslah tetap dalam koridor penghambaan kita kepada Rabb semesta alam. Meskipun kita sudah tahu banyak sekali manfaat dari sisi kesehatan yang bisa didapat ketika menjalani puasa, jangan sampai kita salah dalam menetapkan tujuan utama kita ketika berpuasa, yaitu untuk menggapai ridha Allah subḥānahu wa ta’āla. Segala bentuk manfaat dan kebaikan dalam sisi kesehatan hanyalah ‘bonus’ kecil yang Allah berikan kepada hamba-Nya.

 

Daftar Pustaka

Clifton K, Ma C, Fontana L, Peterson LL. Intermittent fasting in the prevention and treatment of cancer. CA Cancer J Clin. 2021: 71: 527-546. https://doi.org/10.3322/caac.21694

Cui Y, Cai T, Zhou Z, Mu Y, Lu Y, Gao Z, Wu J, Zhang Y. Health Effects of Alternate-Day Fasting in Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis. Front Nutr. 2020 Nov 24;7:586036. doi: 10.3389/fnut.2020.586036. PMID: 33330587; PMCID: PMC7732631.

Fink, J., Schoenfeld, B. J., & Nakazato, K. (2018). The role of hormones in muscle hypertrophy. The Physician and sportsmedicine46(1), 129–134. https://doi.org/10.1080/00913847.2018.1406778

“Cegah Penyakit Jantung dengan Menerapkan Perilaku CERDIK dan PATUH” dalam https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230925/4943963/cegah-penyakit-jantung-dengan-menerapkan-perilaku-cerdik-dan-patuh/

Kim, B. H., Joo, B. H. Y., Kim, B. H. Y. M. S., Choe, B. H. Y. M. S. H. K., Tong, B. H. Y. M. S. H. K. Q., Kwon, B. H. Y. M. S. H. K. Q. O. (2021). Effects of Intermittent Fasting on the Circulating Levels and Circadian Rhythms of Hormones. Endocrinology and Metabolism, 36(4), 745–756.

Moro T, Tinsley G, Pacelli FQ, Marcolin G, Bianco A, Paoli A. Twelve Months of Time-restricted Eating and Resistance Training Improves Inflammatory Markers and Cardiometabolic Risk Factors. Med Sci Sports Exerc. 2021 Dec 1;53(12):2577-2585. doi: 10.1249/MSS.0000000000002738. PMID: 34649266; PMCID: PMC10115489.

Ojha, U., Khanal, S., Park, P. H., Hong, J. T., & Choi, D. Y. (2023). Intermittent fasting protects the nigral dopaminergic neurons from MPTP-mediated dopaminergic neuronal injury in mice. The Journal of nutritional biochemistry112, 109212. https://doi.org/10.1016/j.jnutbio.2022.109212

Park, J., Seo, Y. G., Paek, Y. J., Song, H. J., Park, K. H., & Noh, H. M. (2020). Effect of alternate-day fasting on obesity and cardiometabolic risk: A systematic review and meta-analysis. Metabolism: clinical and experimental111, 154336. https://doi.org/10.1016/j.metabol.2020.154336

Park, J., Seo, Y. G., Paek, Y. J., Song, H. J., Park, K. H., & Noh, H. M. (2020). Effect of alternate-day fasting on obesity and cardiometabolic risk: A systematic review and meta-analysis. Metabolism: clinical and experimental111, 154336. https://doi.org/10.1016/j.metabol.2020.154336

Phillips MCL. Fasting as a Therapy in Neurological Disease. Nutrients. 2019 Oct 17;11(10):2501. doi: 10.3390/nu11102501. PMID: 31627405; PMCID: PMC6836141.

Press release. NobelPrize.org. Nobel Prize Outreach AB 2024. Thu. 21 Mar 2024. https://www.nobelprize.org/prizes/medicine/2016/press-release/

Wang, X., Yang, Q., Liao, Q., Li, M., Zhang, P., Santos, H. O., Kord-Varkaneh, H., & Abshirini, M. (2020). Effects of intermittent fasting diets on plasma concentrations of inflammatory biomarkers: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Nutrition (Burbank, Los Angeles County, Calif.)79-80, 110974. https://doi.org/10.1016/j.nut.2020.110974

 

 


(insulin menjadi tidak berfungsi dengan baik)

2 Komentar

repeating
Kamis 28 Mar 2024

Ӏt’s actually a niсe and useful ⲣiece of info.

I’m sаtisfied that you simplу shared this helpful informаtion with
us. Please keep us informed like this. Thank yoս
for sharing.

Balas
philip
Kamis 28 Mar 2024

Тhanks to mʏ father who stated to me regarding this blog, this
websitе is in fact awesօme.

Balas

Tinggalkan komentar