Kemenangan Monumental Umat Islam di Bulan Ramadhān

7
Apr 2024
Kategori : ramadhan
Penulis : admin
Dilihat :1073x
Ilustration by AI

Oleh Fasya Tharra Annada, S.Ag.

Ramadn adalah bulan yang diliputi banyak keistimewaan dan kemuliaan. Umat Islam di seluruh dunia bersuka cita dengan datangnya bulan ini. Kedatangannya disambut dengan kegembiraan dan berbagai persiapan. Hari-harinya dilalui dengan berlomba-lomba melakukan kebaikan dan ketaatan dalam rangka memanfaatkan keberkahan Ramadn.

Jika kita menelusuri sejarah peradaban Islam, maka kita jumpai di antara keberkahan bulan Ramadn adalah banyaknya kemenangan gemilang yang diraih kaum Muslimin. Ternyata selain dikenal dengan bulan puasa (Syahru al-Shiyām), Ramadan juga disebut Dr. Raghib Al-Sirjani (l. 1964 M) sebagai bulan kemenangan (Syahru al-Intishārāt).

Dalam bulan ini, Allāh berikan banyak sekali kemenangan monumental kepada kaum Muslimin. Mulai dari Badar al-Kubra (2 H) yang melegenda, Fathu Makkah (8 H) yang istimewa, Pembebasan Andalusia (92 H), Perang Hittin (584 H), Kemenangan di Ain Jalut (685 H), hingga kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang juga diproklamasikan pada bulan Ramadn (1364 H).

Pada bulan Ramadn tahun 2 H, turun syariat kewajiban berpuasa pertama kali dan terjadi pula peristiwa Perang Badar. Waktu itu, pasukan Muslimin menghadapi kekuatan kaum Musyrikin Quraisy yang jumlahnya jauh lebih besar. Pasukan Muslimin berjumlah 313 orang menghadapi musuh sebanyak kurang lebih 1.300 orang. Akan tetapi, Allāh memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin. Kemenangan ini sebagai bukti bahwa Allāh mampu memberikan kemenangan bagi siapa yang Dia kehendaki walau bagaimanapun rintangan yang tampak menghadang di pelupuk mata manusia.

Lalu 6 tahun setelah itu, terjadi peristiwa Fathu Makkah yang luar biasa. Sekitar 10.000 orang kaum Muslimin memasuki kota Makkah dengan damai tanpa kekerasan dan membersihkan Ka’bah yang suci dari segala berhala yang mengelilinginya.

Setelah itu, banyak juga kemenangan-kemenangan yang diraih oleh para sahabat dan generasi selanjutnya. Salah satunya seperti yang disebutkan di atas, yakni Pembebasan Andalusia (sekarang Spanyol dan sebagian Portugal) yang dipimpin oleh Thāriq bin Ziyād (w. 101 H). Hal ini menjadi awal tersiarnya cahaya Islam yang menerangi berbagai penjuru benua Eropa.

Apabila di Andalusia ada Thāriq bin Ziyād, maka di belahan bumi lain, tepatnya di Palestina, ada Shalāhuddin al-Ayyūbi (w. 589 H) yang menghadapi Tentara Salib untuk membebaskan Bait al-Maqdis. Dalam pertempuran Hittin, Shalāhuddin dan pasukannya berhasil meraih kemenangan yang membuka jalan bagi mereka untuk mengembalikan Yerusalem ke tangan kaum Muslimin.

Palestina juga menjadi saksi ketika pasukan Muslimin yang dipimpin oleh Saifuddin Qutuz (w. 658 H) dan Zahir Baybars (w. 676) menghadapi pasukan Hulagu Khan (w. 663 H) dari Mongol yang telah merobohkan kemegahan Dinasti Abbasiyah di Baghdad. Dalam pertempuran sengit di Ain Jalut, Palestina, pasukan Muslimin berjaya mengalahkan pasukan Mongol yang ketika itu dipercayai sebagai tentara yang tidak dapat dikalahkan.

Kemudian di tanah air, peristiwa besar bersejarah yaitu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga terjadi pada bulan Ramadn yang mulia. Setelah berabad-abad dijajah, akhirnya bangsa Indonesia dapat menghirup udara manis kemerdekaan pada 9 Ramadn 1364 H atau 17 Agustus 1945 M.

Kemenangan-kemenangan tersebut tentu saja tidak terlepas dari kegigihan perjuangan kaum Muslimin dan penghayatan terhadap ajaran dīn Islam. Jika kita renungi, para generasi terdahulu mencontohkan bahwa bulan Ramadan yang merupakan waktu umat Islam untuk berpuasa, tidak lantas menjadi alasan untuk tidak produktif dan bersantai ria. Kemenangan-kemenangan monumental itu juga mengingatkan bahwa seorang Muslim mestilah optimis, yakin dan semangat untuk memperoleh kemenangan, sekurang-kurangnya berjuang untuk memenangkan keistimewaan dan keberkahan Ramadn.

Referensi:

Al-Mubarakfuri, Syaikh Shafiyurrahman. Ar-Rahīq Al-Makhtūm. Terj. Hanif Yahya, et al. Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad dari Kelahiran hingga Detik-Detik Terakhir. Darussalam. 2001.

Ansary, Tamim. Destiny Disrupted: A History of the World through Islamic Eyes. Terj. Yuliani Liputo. Dari Puncak Baghdad: Sejarah Dunia Versi Islam. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta. 2018.

Al-Sirjani, Raghib. “Ramadan Syahr al-Intisharat”, https://islamstory.com/ar/artical/ 27838/%D8%B1%D9%85%D8%B6%D8%A7%D9%86-%D8%B4%D9%87%D8%B1%D8%A7%D9%84%D8%A7%D9%86%D8%AA%D8%B5%D8%A7%D8%B1%D8%A7%D8%AA, dikases pada 30 Maret 2024.

@gen.saladdin “Today in History: 9 Ramadan 1364 H, Proklamasi Kemerdekaan Negara Indonesia!” dalam https://www.instagram.com/p/C4vQwwFLpjI/?utm_source= ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==, diakses pada 30 Maret 2024.

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan komentar